Komisi IV Tinjau Pelayanan Puskesmas Muara Badak

img

TENGGARONG, Sabtu 7 Desember 2019 lalu, Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara melakukan kunjungan ke Kecamatan Muara Badak, yakni meninjau keberadaan Puskesmas Muara Badak Baru.

Ketua Komisi IV DPRD Kukar Baharudin menyatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mengetahui secara jelas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pelayanan publik bidang kesehatan merupakan salah satu hal vital yang harus dipikirkan dan direncanakan secara matang sebab akan berhubungan langsung dengan kesejahteraan rakyatnya sendiri. "Memperbaiki tingkat kesehatan rakyat secara tidak langsung akan meningkatkan produktivitas kerja para sumber daya manusia (SDM) di dalam suatu negara. Secara perlahan juga akan mempercepat laju pembangunan daerah itu sendiri," ucapnya.
Dalam kunjungan itu, Baharudin didampingi sejumlah anggota Komisi IV lainnya seperti Mutoyib, Dayang Marisa, Farida, Kamarur Zaman, Abdul Wahab, Khairul Mashuri, Hj Aini Faridah SE, Saparudin Pabonglean, S, AG, M.Pd , Agustinus Sudarsono. Turut serta dalam rombongan Wakil Ketua DPRD Kukar H Alif Turiadi,SE

Sementara Kasub Bag Tata Usaha Imbo Alwi. SKM mengatakan sangat berterima kasih atas kedatangan anggota komisi IV DPRD Kukar yang salah satunya membidangi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat serta wakil ketua DPRD Kukar yang merupakan politikus Gerindra. "Ini suatu kebanggaan tersendiri bagi saya, para dokter, perawat dan semua masyarakat Muara Badak," ungkapnya.

Sejak dibangun 18 tahun yang lalu Puskesmas Badak Baru sekelas rumah sakit tipe D, mempunyai luasan 734 meter persegi serta memiliki beberapa tenaga dokter yang meliputi dokter umum dan dokter gigi, ditambah beberapa orang perawat dan bidan.

Puskesmas Badak Baru salah satu Puskesmas Induk yang mempunyai ruang rawat inap dengan dilengkapi dengan Laboratorium, Layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan Keluarga Berencana (KB), Imunisasi, Kesehatan Anak, Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), kesehatan Gigi, dan Pengobatan Umum.

Selama ini yang menjadi kendala adalah ruangan terasa panas karena pendingin ruangan (AC) telah terpasang tapi daya listrik sangat terbatas hanya 650 KWh sehingga daya listrik tidak mampu. "Kami juga belum memiliki generator listrik ketika ada pemadaman listrik puskesmas menjadi gelap gulita, kami juga membutuhkan penambahan musala, rumah dokter dan bidan dan perawat, “katanya.awi/poskotakaltimnews.com